Inilah Sosok Muhammad Al-Fatih, Pemuda Islam Penakluk Konstantinopel

BuletinIslami.Com - Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur (Byzantium) yang telah berkuasa selama 11 abad.


Sultan Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Byzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia Tengah, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.

Penaklukan Konstantinopel
Benteng Kekaisaran Byzantium


Karakter Pemimpin Yang Ditanamkan Sejak Kecil




Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.


Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani, luar biasa!


Walaupun usianya baru seumur jagung, sang ayah, Sultan Murad II, mengamanati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan sang ayah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar.


Menjadi Penguasa Utsmani




Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.


Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.


Menaklukkan Bizantium




Sultan Muhammad II juga menyiapkan lebih dari 4 juta prajurit yang akan mengepung Konstantinopel dari darat. Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu, benar-benar menguji kesabaran pasukan Utsmani, menguras tenaga, pikiran, dan perbekalan mereka.

Muhammad Al-Fatih, Pemuda Islam Penakluk Konstantinopel
Ilustrasi Penaklukan Konstantinopel


Pertahanan yang tangguh dari kerajaan besar Romawi ini terlihat sejak mula. Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut.


Akhirnya Sultan Muhammad menemukan ide yang ia anggap merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati pagar tersebut. Ide ini mirip dengan yang dilakukan oleh para pangeran Kiev yang menyerang Bizantium di abad ke-10, para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali di Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka tetap dikalahkan oleh orang-orang Bizantium Romawi. Sultan Muhammad melakukannya dengan cara yang lebih cerdik lagi, ia menggandeng 70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam.


Di pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat. 70 kapal laut diseberangkan lewat jalur darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, menebangi pohon-pohonnya dan menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam adalah suatu kemustahilan menurut mereka, akan tetapi itulah yang terjadi.


Peperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel.


Saat memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad al-Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini diganti namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lau akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul.


Selain itu, Sultan Muhammad al-Fatih juga memerintahkan untuk membangun masjid di makam sahabat yang mulia Abu Ayyub al-Anshari radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wafat saat menyerang Konstantinopel di zaman Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu.


Apa yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tentu saja bertentangan dengan syariat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.


“… Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu.” (HR. HR. Muslim no.532)


Kekeliruan yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tidak serta-merta membuat kita menafikan jasa-jasanya yang sangat besar. Semoga Allah mengampuni kesalahan dan kekhilafan beliau rahimahullah.


Setelah itu rentetat penaklukkan strategis dilakukan oleh Sultan Muhammad al-Fatih; ia membawa pasukannya menkalukkan Balkan, Yunani, Rumania, Albania, Asia Kecil, dll. bahkan ia telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukkan kerajaan Romawi di Italia, akan tetapi kematian telah menghalanginya untuk mewujudkan hal itu.


Peradaban Yang Dibangun Pada Masanya




Selain terkenal sebagai jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan-sultan lainnya, Muhammad al-Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki diwan, kumpulan syair yang ia buat sendiri.


Sultan Muhammad juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah, dan 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’ Abu Ayyub al-Anshari


Wafatnya Sang Penakluk




Pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan. Dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat bagi sang Sultan, ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahu a’lam.


Tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran kemana Sultan Muhammad II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Itali untuk menaklukkan Roma ada juga yang mengatakan menuju Prancis atau Spanyol.


Sebelum wafat, Muhammad al-Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan.


Semoga Allah membalas jasa-jasa Sultan Muhammad al-Fatih…


Sumber: islamstory.com via KisahMuslim.com


[ES/BuletinIslami]

ALLAHU AKBAR! Dubes Paraguay Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Masjid Istiqlal

BuletinIslami.Com - Hidayah adalah rahasia Allah, siapapun yang Allah kehendaki mendapatkan hidayah tidak ada yang mampu menghalanginya. Namun, hidayah juga butuh adaya usaha yang menjadi sebab hidayah itu menghampirinya. Setidaknya itulah yang diyakini setiap umat Islam.


Hidayah inilah yang dirasakan Duta Besar Republik Paraguay untuk lima negara ASEAN, Cecar Estebon Grillion setelah rasmi menjadi muallaf ketika mengucapkan dua kalimat syahadat usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumaat, 27 September 2013 silam.


Duta Besar Paraguay untuk ASEAN, Cecar Estebon Grillon mengucapkan dua kalimaat syahadat disaksikan oleh Menteri Agama RI kala itu, Suryadharma Ali di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9/2013). Pengucapan syahadat Cecar Estebon Grillion dibimbing langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal pada waktu itu, KH. Ali Mustafa Yaqub rahimahullah.





Perjalanan Menemukan Islam




Bagi Cecar, tak mudah berpindah keyakinan dari Katolik kepada Islam, apalagi status yang saat ini ia sandang adalah sebagai perwakilan satu negara yang didalamnya memiliki mayoritas penduduk beragama katolik.


"Banyak sekali tentangan dari sana-sini tapi saya tidak takut, walaupun saya harus di pecat sebagai duta besar pertama Paraguay untuk ASEAN ini, Insya Allah saya tetap teguh mempertahankan keyakinan saya yang sangat berharga ini".


Cecar menjelaskan, sebagai seorang dari Negara Barat, dia mengaku tidak terlalu akrab dengan Islam. Banyak kesalahpahaman publik di negara-negara barat tentang Islam, memprovokasi menuju Islamophobia, kebencian agama.


“Islam adalah agama yang indah, penuh hikmat dan harmonis. Islam adalah agama kasih dan damai,” tegasnya.


Namun demikian, menurutnya, Barat memiliki banyak stereotip dan miskonsepsi tentang Islam yang disebabkan oleh media, propaganda, dan hasutan. Islam sering dipandang sebagai “ekstrimis”, “teroris”, atau agama “keras”. “Banyak orang (barat) membenci Islam dan tidak mau mengakui ajaran yang benar,” katanya.


Sampai titik tertentu, salah seorang anaknya (dari pasangan mantan isterinya), memberikan sebuah buku berjudul “A Brief Guide to Islam: History, Faith and Politics — The Complete Introduction” ditulis oleh Paul Grieve yang diterbitkan pada 27 Maret 2006. Buku ini pun membuka mata hatinya.

Buku: A Brief Guide to Islam, Paul Grive
Buku: A Brief Guide to Islam, Paul Grive


“Anda harus membaca ini, kata anak saya. Setelah saya baca, saya menemukan Islam yang sebenarnya. Sebuah persaudaraan sejati,” kata duda dengan empat anak.


Melalui buku ini Cecar menemukan Islam tidak seperti yang dijelaskan oleh banyak media-media barat. “Islam adalah agama yang indah, penuh hikmat dan harmonis. Islam adalah agama kasih dan damai. Cinta adalah salah satu prinsip manusia paling mulia dan sifat-sifat yang menumbuhkan semangat interaksi, solidaritas, serta kerjasama juga menambahkan kasih sayang dalam jalinan hubungan manusia dan hubungan kepada tuhannya,” kata Cecar mengungkapkan kekagumannya terhadap Islam.


Menariknya, penulis buku tentang Islam yang di baca Cecar ini, Paul Grieve adalah seorang ateis, tidak mempercayai adanya tuhan, ia bukan dilahirkan menjadi Muslim, dai atau keturunan bangsa Arab.


Tujuan sang penulis adalah semata untuk menginformasikan apa Islam itu. “Itu sebabnya saya pikir dia pasti objektif dalam menulis buku tentang Islam karena sebagai seorang ateis yang tidak memiliki kepentingan untuk mempromosikan Islam dan apa yang dia lakukan hanya menggambarkan fakta dan kebenaran tentang Islam,” kata Cecar.


“Saya yakin Paul Grieve dalam buku ini menginformasikan pembaca tentang Islam secara obyektif,” tambah Cecar.


Dari buku itu, Cecar benar-benar memahami bahwa hanya Islam yang secara tegas mendeklarasikan bahwa Allah itu satu dan tidak ada tandingan atau sesuatu pun yang dapat menandinginya.


Dia menggambarkan proses hijrah spiritualnya, sejak membaca buku itu, ia ingin mengenal lebih jauh tentang Islam.


Kemudian, atas kehendak Allah, bertemulah Cecar dengan Yulie Setyohadi, kepadanya, dia mengatakan ingin mengenal Islam lebih jauh. Akhirnya, wanita ini menganjurkan dia mencoba menjalani dulu kehidupan sebagai seorang Muslim.


Bulan Ramadhan 1434 lalu ia ikut berpuasa. Cecar menuturkan, sebulan dia hanya batal dua kali.


Sampai suatu hari, dia mengunjungi Masjid Dian Al-Mahri atau yang terkenal dengan nama Masjid Kubah Emas di Depok. Saat sedang mengagumi arsitektur masjid yang megah, seorang tukang foto menghampirinya.


Dari dialah, Cecar mengaku terpanggil memeluk Islam. “Dia bertanya ‘Tuan, apakah Anda Muslim?’. Dia seperti malaikat yang dikirimkan Allah untuk saya. Dia membimbing saya soal Islam. Disitulah keyakinan saya semakin kuat untuk menjadi seorang Muslim,” kata Cecar.


Ikut berbuka puasa di masjid itu, Cecar merasakan kehangatan. Dia mengatakan, orang-orang sangat ramah kepadanya, membuatnya tersentuh. Dia tidak merasa sebagai orang asing, padahal dia berperawakan bule sendiri saat itu.


Sejak mengucapkan syahadat, ia berkomitmen untuk menginformasikan kepada penduduk di negaranya, khususnya, dan akan menunjukkan kepada mereka bahwa Islam tidak seperti apa yang sejauh ini dilaporkan oleh media barat. “Saya akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan cara hidup Islam. Saya harus menjadi contoh, ” katanya.


Melalui Islam juga, kisah cinta Cecar dengan Yulie dimulai. Pasangan itu akhirnya menikah pada November 2013.


Ikrar Syahadat dan Resmi Menjadi Seorang Muslim (Mualaf)




Beliau mengungkapkan bahawa, Islam itu ternyata agama yang indah, mengatur segala sendi kehidupan dan jauh dari seperti yang digambarkan oleh kelompok tertentu.


BACA JUGA! Belum Genap Seminggu Masuk Islam, Banyak Yang Ngajak Ta'aruf Mualaf Cantik Keturunan Tionghoa Ini



Sejak awal dia berpendapat bahwa Tuhan itu Maha Kuasa dan Esa. Ini sesuai dengan konsep asli agama-agama keturunan Ibrahim. Dan itu terlihat bagaimana nama-nama Tuhan dalam agama Ibrahim.


"Dalam Yahudi Tuhan disebut Elohim, dalam Kristien disebut Allah dan di Islam disebut Allah," ujarnya yang di dampingi istrinya Yulie Nasution Grillon, sebagai penterjemah.


Belakangan ini Cecar benar-benar memahami hanya Islam yang secara tegas mendeklarasikan bahwa Allah itu satu dan tidak ada tandingan atau keturunan yang dapat menandinginya.


"Dari sinilah ketertarikannya terhadap Islam," ujar Yulie. Setelah menyampaikan ketertarikannya tersebut, Cecar pun memutuskan untuk mempelajari Islam lebih mendalam.


Keseriusan Cecar mendalami Islam ini terlihat ketika dia memutuskan mengenal Islam dari Imam Besar Masjid Istiqlal kala itu, KH Ali Mustafa Yaqub rahimahullah.


Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub mengatakan, sejak awal sudah terlihat keseriusan Cecar untuk memperdalam Islam. Keseriusannya ini pun ditunjukkan dengan menghafal bacaan dua kalimat syahadat. "Dia sebenarnya sudah bersyahadat, dengan berusaha menghafal berkali kalimat syahadat itu," katanya.


Ini terlihat ketika pengucapan syahadat di Istiqlal, Cecar tidak menghadapi masalah dalam pengucapan. Menurut Ali, inilah hidayah Allah yang diberikan kepada Cecar, Duta Besar Republik Paraguay untuk Indonesia dan lima negara ASEAN lain. "Hidayah ini tidak mampu ditolak dan dihalangi, kerana ini keajaiban yang diberikan Allah," tegasnya.


-o0o-


Semoga Allah melanggengkan hidayah Islam yang telah diberikan kepada kita semua. Amiin...


[ES/BuletinIslami]



MASYAALLAH! Buktikan Ketulusan Cinta, Sepasang Pengantin Ini Menikah Dengan Mahar Segelas Air Mineral

BuletinIslami.com, Singkohor, ACEH - Seminggu yang lalu sempat beredar postingan foto di sosial medi Facebook yang kemudian menjadi viral. Foto tersebut memperlihatkan sepasang pengantin yang sedang akad nikah, sangat mengharukan. Sekilas, pernikahan itu terlihat umum saja. Sepasang pengantin duduk di satu masjid, dengan mempelai wanita tengah meminum satu gelas air.


Namun, air minum itu bukanlah air minum biasa. Satu gelas air minum itu adalah mahar yang didapatkan oleh mempelai wanita dari mempelai pria.

Buktikan Ketulusan Pengantin Ini Menikah Dengan Mahar Segelas Air Mineral
Foto: Pengantin dengan Mahar Segelas Air Mineral


Ternyata pemberi mahar nikah berupa segelas air putih itu adalah seorang pria penyuluh agama honorer di Kantor Masalah Agama (KUA) Kecamatan Singkohor, Aceh. Satu pernikahan simpel telah berlangsung pada tanggal 24 Maret 2016 lalu.


BACA JUGA! Kisah Romantis dari Malaysia, Pernikahan Beda Usia Kakek 62 Tahun dengan Gadis Muda 18 Tahun



Peristiwa mengharukan sekaligus bikin banyak orang terheran-heran ini diabadikan oleh pemakai Facebook Purwanto. Dia mengabadikan peristiwa itu dalam satu photo yang diupload di account kepunyaannya.






” Prnikhan hari & rohani dngn mahar satu gelas air minum. Segera dminum mharnya… Mudah-mudahan mnjdi kluarga yg bhgia, ” catat Purwanto.

Dalam kolom komentar, Purwanto menyebutkan pengantin pria adalah penyuluh agama honorer di Kantor Masalah Agama (KUA) Singkohol.


” Ia. Yg nikah mrupkn pnyuluh agama honorer. Prnikhan dilaksanakn dimasjid alfalah kmpung pea jambu hari kamis tnggal 24 maret 2016, ” catat Purwanto.


Banyak pemakai Facebook yang kaget dengan unggahan itu. Mereka seperti tak yakin pernikahan dapat berlangsung cuma dengan mahar satu gelas air putih.

” benar itu pak? Mharnya.., ” catat yang memiliki account Rodli El Jundy. (Ism) kabarinformasi.com(Maya Febiola)


Bikin Ketawa! Baru Ketemu Di Pelaminan, Sepasang Pengantin Ini Malu-Malu dan Salah Tingkah Dibuatnya



Dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَعْظَمَ النَّكَـاحِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُ مُؤْنَةً.


“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”[ HR. Ahmad (no. 24595)].



Larangan Bermahal-mahal dalam Mahar



Terdapat larangan bermahal-mahal dalam mahar dalam sejumlah hadits, kita sebutkan di antaranya:


1.    Apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hadrad al-Aslami bahwa dia datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa tentang wanita, maka beliau bertanya:


“Berapa engkau memberi mahar kepadanya?” Ia menjawab: “Dua ratus dirham.” Beliau bersabda:


لَوْ كُنْتُمْ تَغْرِفُوْنَ مِنْ بَطْحَاءَ مَا زِدْتُمْ.


“Seandainya kalian mengambil dari Bathha’, niscaya kalian tidak menambah.”[1]


2.    Ahmad meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:


إِنَّ مِنْ يَمْنِ الْمَرْأَةِ تَيْسِيْرُ صَدَاقُهَا وَتَيْسِيْرُ رَحِمُهَا.


“Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.”[2]


‘Urwah berkata: “Yaitu, memudahkan rahimnya untuk melahirkan.”


3.    Abu Dawud meriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu anhu, ia mengatakan:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


خَيْـرُ النِّكَـاحِ أَيْسَـرُهُ.


‘Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah.’”[3]


Dalam riwayat Ahmad:


إِنَّ أَعْظَمَ النَّكَـاحِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُ مُؤْنَةً.


“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”[4]

_______

Footnote

[1]. HR. Ahmad (no. 15279), dan sanadnya shahih.

[2]. HR. Ahmad (no. 23957), al-Hakim (II/181), ia menshahihkannya dan menilainya sesuai dengan kriteria al-Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak mengeluar-kannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi, dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami’ (II/251) dan dalam al-Irwaa’ (VI/250).

[3]. HR. Abu Dawud (no. 2117) kitab an-Nikaah, al-Hakim (II/182), ia menshahih-kannya dan menilainya sesuai syarat Syaikhan (al-Bukhari-Muslim), dan Syaikh al-Albani menilainya sesuai syarat Muslim. Lihat al-Irwaa’ (VI/345).

[4]. HR. Ahmad (no. 24595).



Allahu A'lam


[ES/BuletinIslami]



Nikah Membuka Pintu Rezeki, Kenapa Masih Ragu !?

BuletinIslami.Com - Menikah membuka pintu rezeki, kalimat sakti ini menjadi alat motivasi yang sering kita dengar dari para ustadz maupun motivator untuk menyemangati pemuda-pemudi yang masih membujang dan enggan segera menikah. Sudah menjadi rahasia umum, kebanyakan pemuda enggan menikah karena alasan harta atau belum mapan secara finansial.


Padahal, banyak yang sudah membuktikan bahwa dengan menikah akan terbuka pintu rezeki. Awalnya cuma hidup pas-pasan dengan gaji pas-pasan dan hidup di rumah kontrakan yang sempit serta makan yang pas-pasan. Ternyata Allah beri kelapangan setelah kesempitan. Karena Allah menolong setiap orang yang menikah yang ingin menjaga kesucian dirinya. (Baca: Nikah Gak Harus Nunggu Mapan, Ini 5 Alasannya!)

Allah Akan Mencukupi Orang-orang yang menikah
Menjemput Janji Allah dalam Pernikahan


1. Allah Akan Memampukan Orang-orang yang Menikah




وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS An-Nuur: 32)



Pada ayat di atas, dengan tegas Allah berjanji akan memampukan orang-orang yang menikah sekalipun mereka itu miskin. Sedangkan janji Allah itu pasti, sesungguhnya Allah Tidak Pernah Ingkar Janji.


2. Allah Akan Menolong Orang yang Menikah Karena Ingin Menjaga Kesucian




Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ


“Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).



3. Rezeki Orang yang Menikah Dijamin oleh Allah




Apalagi rezekinya dijamin pula oleh Allah jika ia rajin menafkahi istri dan anaknya.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا


“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari, no. 1442; Muslim, no. 1010)



Ibnu Batthol menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah mengeluarkan infak yang wajib seperti nafkah untuk keluarga dan nafkah untuk menjalin hubungan kekerabatan (silaturahim).


4. Allah Akan Melapangkan Rezeki Orang yang Menikah karena Menafkahi Keluarga




Berarti siapa yang beri nafkah pada keluarga, pada kerabat, dan rajin pula mengeluarkan sedekah sunnah, maka malaikat akan mendoakan supaya orang tersebut mendapatkan ganti. Hal ini serupa seperti yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an,


قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ


“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).



Maksud ayat, siapa saja yang mengeluarkan nafkah dalam ketaatan pada Allah, maka akan diberi ganti.


5. Allah Akan Mengganti Setiap Harta yang Dinafkahkan Kepada Istri dan Anak




Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ


“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.” (HR. Bukhari, no. 4684; Muslim, no. 993)



Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits doa malaikat di atas, “Para ulama menyatakan bahwa infak yang dimaksud adalah infak dalam ketaatan, infak untuk menunjukkan akhlak yang mulia, infak pada keluarga, infak pada orang-orang yang lemah, serta lainnya. Selama infak tersebut tidaklah berlebihan, alias boros.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 87)


Semoga Allah memberi keberkahan dalam setiap pernikahan.


Artikel disadur dari Rumaysho.com, penulis ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ST. M.Sc.


[VA/BuletinIslami]


9 Ciri-Ciri Wanita Yang Akan Mendatangkan Kelapangan Rezeki Untuk Suaminya, No. 7 Banyak Dilupakan Oleh Para Istri

Inilah Jodoh Seorang Perempuan Penghafal Al-Qur'an, Bantu SHARE Semoga Banyak yang Terinspirasi !!

BuletinIslami.Com - Kisah Nyata: Jodoh Seorang Perempuan Penghafal Al-Qur'an. Cerita ini kami nukil dari halaman Penerbit Dramedia dengan beberapa penyesuaian, semoga kisah ini menginspirasi sahabat BuletinIslami.


Dia adalah sahabatku sejak MTs, kami bersekolah di MTsN Barabai. Namanya Luthvia Azizah, ia dikenal pribadi yang sangat kalem dan cerdas. Tutur katanya tersusun lembut. Oleh karenanya, ia sering menjuarai lomba sari tilawah Quran. Kebersamaan kami singkat, saat MTs sering main basket bersama ikhwan akhwat campur tapi pakaiannya tidak ketat sepertiku. Lulus MTs, Azizah memutuskan untuk lanjut ke Pondok Pesantren di Jaro Tanjung, dan teman main basket tim kami yang bernama Afifah juga memutuskan untuk melanjutkan ke Pondok Pesantren Rakha, Amuntai. Hanya aku yang selalu gagal untuk menimba ilmu di pondok, yang rencananya mau ke Darul Hijrah, Cindai Alus. Tapi takdir berkata lain.

Kisah Nyata: Beginilah Jodoh Seorang Perempuan Penghafal Al-Qur'an
Ilustrasi: Foto Pasangan Hafidz


Kemudian, kami bertemu di Kampus. Azizah mengikuti seminarku yang diadakan di IAIN Antasari Banjarmasin. Dengan kejutan, dia memegang lenganku. "Vii... Assalamualaikum." Ucapnya. Ketika itu aku kaget, "Azizah?". Bukan karena apa-apa, tapi karena sekarang ia lebih bertumbuh dariku. Dulu aku yang paling tinggi dan dapat shooting bola ke ring basket dengan jitu, tapi sekarang aku seperti kerdil. Hehe..


"Main basket lagi?" tanyanya meledek. Mungkin juga serius.


"Boleh.. Walaupun kalah tinggi." jawabku, singkat.


"MasyaAllah.. Pian berbeda dengan MTs dulu Vi. Oya ulun ada baca buku pian.. Luar biasa Vii.. Apalagi sekarang langsung lihat seminarnya." tambahnya.


"Iya, bukunya yang luar biasa. Orangnya masih jelek akhlaknya, Zah."


Kami pun bercerita panjang lebar tentang bagaimana studi masing-masing. Ia menceritakan pengalamannya di pondok dan aku bercerita tentang bagaimana proses aku berhijrah. Aku senang memperhatikan setiap tutur katanya yang lembut, santun dan bersahaja. Apalagi saat dia tersenyum, giginya yang putih bersih menambah pesonanya. MasyaAllah..


"Ngekost dimana Zah?"


"Sementara di asrama Kak."


"Oh iya, oya jangan pakai kaka. Kita sekelas."


"Nggak papa. Kan pian lebih tua dan sekarang sudah jadi kaka tingkat ulun."


"Jangan Zah.. Jangaan.."


"Ndah... Nggak mau. Maunya panggil kaka aja. Biar lebih menghormati bukan maksudnya dituakan hehe.."


Aku tersenyum sekaligus bangga. Sebegitu kah pondok pesantren mengajarkannya adab. Aku semakin bangga berteman dengannya.


"Oya, habis dari asrama nanti mau rencana kemana? Nginep sama Kak Ahim?" Kak Ahim adalah kakaknya yang sempat jadi tokoh idola di MTs dulu karena karisnya kesopanannya yang wahh..


"Rencana mau mondok Kak. Di pondok Tahfizh KHADIJAH."


"ohh itu, kemarin juga pernah kesana Zah. Sempet mau dites juga, tapi saat dengar persyaratannya yang harus nginep disana. Jadinya, nggak jadi. Wahh, masyaAllah. Memangnya nggak mau ikut organisasi gitu?"


"Entahlah.. Maunya ngafal Quran kak. Berat kesana. Organisasi juga pingin. Tapi lihatlah nanti bagaimana."


Suatu ketika, sahabatku, Azizah, dia sakit. Dokter bilang dia harus operasi, semua kawan dekat menjenguknya dan mendoakan agar operasinya berjalan lancar, dan alhamdulillah sekarang Azizah sehat wal afiat.


Beberapa lama kemudian, saat Syeikh Nuruddin Marbu, pimpinan pondok Tafaqquh Fi Dien berkunjung ke masjid Taqwa. Aku kembali bertemu dengan Azizah.


"Assalamualaikum, sahabatku Azizah, Ukhtii.." sapaku hangat sambil memeluknya rindu.


"Waalaikumussalam Kak Selvi.." balasnya sambil memelukku lebih erat. Kami memang telah lama tidak bertemu, tak tahu kabar lagi, terakhir cuma memberi kabar kalau aku pindah ke RPI Bunda Kurbanur, karena harus menjalankan amanah disana.


"Sama siapa kesini Zah?" tanyaku. Kulihat wanita-wanita bercadar di dekatnya.


"Ini sama Si Adek ini. Dia ngefans sama kaka. Sebenarnya ulun sudah dari tadi lihat kaka. Cuma takut nyapa. Takut ganggu."


"Wahh.. Azizah.. Harus jawab apa ya. Oya kata Putri Padi, 'Seseorang itu jangan terlalu dipuji, nanti berbahaya." candaku. Kami pun tersenyum kecil di dalam masjid ketika ceramah telah usai.


"Sekarang tinggal dimana Zah?"


"Di asrama tahfizh Khadijah Kak."


"MasyaAllah.. Akhirnya kesampaian juga kesana ya. MasyaAllah... Moga dapat jodoh yang hafizh 30 Juz ntar.. Hehee.. Ngomong-ngomong maunya kaan?"


"Hmm.. Aamiin Yaa Allah.. Kapan ya? Kapan dikasih Allah Kak."


Aku tertunduk. Entah kenapa perasaanku sesak sekaligus bahagia. Bahagia karena memiliki teman sholehah tapi sesak karena nasibku berbeda dengannya.


"Yaa Allah, begitu mudah kau takdirkan sahabatku untuk menghafal kalam-Mu. Sedangkan diriku, mengapa begitu susah untuk mengambil jalan itu? Yaa Allah.. Bagaimana mungkin kuharapkan seorang lelaki baik, sedangkan diriku belum baik. Yaa Robb.. Hadirkanlah jodoh terbaik di waktu yang tepat. Jagalah diriku dalam penantian dengan ketaatan pada-Mu. Aamiin."


Setelah itu, kami jarang bertemu. Bahkan mungkin tak pernah lagi bertemu.


Namun tiba-tiba kabar bahagia itu datang.

Azizah di usia 21 tahun, ternyata Allah begitu Maha Kuasa. Dia takdirkan dirimu menjadi istri seorang yang hafizh Quran 30 juz sesuai dengan doa kita di pengajian dulu. Kau perempuan baik dan memang pantas mendapatkan lelaki yang sangat baik.


Azizah...

Allah Maha Adil. Tiada peradilan terbaik selain peradilan-Nya. Allah jodohkan perempuan penghafal Quran dengan lelaki penghafal Quran.


Barakallahu fik..

Semoga sakinah mawadah warahmah.. Aamiin...

SHARE SHAREEEE SAHABAAT...


¤ Selvia Stiphanie (Penulis Buku Best Seller)


Sumber: Penerbit Dramedia

Inilah 10 Keutamaan di Hari Jum'at (Umat Islam Wajib Tau dan Mengamalkannya!!)

BuletinIslami.Com - Sahabat, kabar gembira untuk kita semua bahwa ternyata kita mempunyai hari yang istimewa dalam deretan 7 hari yang kita kenal. Hari itu adalah hari jum’at. Sahabat, hari jum’at memang istimewa namun tidak selayaknya kita berlebihan dalam menanggapinya. Dalam artian, kita mengkhususkan dengan ibadah tertentu misalnya puasa tertentu khusus hari Jum’at, tidak boleh pula mengkhususkan bacaan dzikir, do’a dan membaca surat-surat tertentu pada malam dan hari jum’at kecuali yang telah disyari’atkan.


Nah artikel kali ini, akan menguraikan beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita memahami keutamaannya, kita bisa lebih bersemangat untuk memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut.

Keutamaan dan Amalan-amalan di Hari Jum'at
Keutamaan dan Amalan-amalan di Hari Jum'at



1. Bahwasanya hari Jum'at adalah sebaik-baik hari




Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda,


خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة

”Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).




2. Hari ini mengandung kewajiban sholat Jum’at




Kewajiban sholat Jum’at merupakan sebesar-besar kewajiban Islam yang paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (menunaikan sholat Jum’at) karena meremehkannya, niscaya Alloh tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.


BACA JUGA! Inilah 5 Amalan Istimewa di Hari Jum'at Bagi Muslimah, Rugi Bila Ditinggalkan!



3. Terdapat waktu yang orang berdo’a di dalamnya diijabahi (dikabulkan)




Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,


إن في الجمعة ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلى يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه

”Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya.” (Muttafaq ’alaihi).




Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, ”Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, Pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah tersebut) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya sholat, sebagaimana dalam hadits Ibnu ’Umar bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,


هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

”(waktu ijabah tersebut) yaitu diantara duduknya imam sampai ditunaikannya sholat.” (HR Muslim).




Pendapat kedua, yaitu setelah waktu ’Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Ma’ad I/389-390).


4. Bersedekah di dalamnya kebih baik daripada bersedekah pada hari lainnya




Ibnul Qayyim berkata, ”Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”


Dan di dalam hadits Ka’ab (dikatakan),


والصدقة فيه  أعظم من الصدقة في سائر الأيام

”Bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya.” (hadits mauquf shahih namun memiliki hukum marfu’).




5. Hari dimana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya





Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata tentang firman Allah Azza wa Jalla,


وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ

”Dan pada sisi kami ada tambahannya.” (QS Qaf, 35)




Beliau berkata, ”Allah muliakan mereka pada tiap hari Jum’at.”


6. Ia adalah hari ’Ied (perayaan) yang berulang-ulang setiap pekan




Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,


إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…

”Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298).




7. Ia adalah hari yang menghapuskan dosa-dosa




Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,


لا يغتسل  رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم  الإمام إلا غفر له ما  بينه وبين الجمعة الأخرى

”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari).




8. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun




Ssebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,


من غسل واغتسل يوم الجمعة وبكر وابتكر ودنا من الإمام فأنصت, كان له بكل خطوة يخطوها صيام سنة وقيامها وذلك على الله يسير


”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).




Allohu Akbar! Setiap langkah yang diayun menuju sholat Jum’at sepadan dengan puasa dan sholat setahun?!


Dimana orang-orang yang mau berlekas untuk menuju kebesaran ini?! Dimana orang-orang yang menginginkan anugerah ini?!


ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُوْ الفَضْلِ العَظِيْمِ

”Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS al-Hadiid, 21)




9.  Jahannam itu dinyalakan –yaitu dikobarkan apinya- setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at




Yang mana hal ini sebagai (salah satu bentuk) pemuliaan terhadap hari yang agung ini. (Lihat Zaadul Ma’ad I/387).


10. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda husnul khotimah




Dimana orang yang wafat pada hari ini akan aman dari siksa kubur dan dari pertanyaan dua Malaikat. Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,


ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر

”Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).



Itulah 10 Keutamaan hari Jum'at yang seharusnya memotivasi setiap muslim untuk berlomba-lomba memperbanyak amalan di hari yang mulia ini.


Dari berbagai sumber.


[ES/BuletinIslami]

AWAS! Lindungi Istri dan Putri-Putri Anda dari Germo Persia (Misionaris Nikah Mut'ah Syi'ah)

BuletinIslami.Com - Anda penasaran mengapa banyak orang terutama dari kalangan "hidung belang", sangat tertarik untuk masuk ke agama Syi’ah?


Untuk Anda ketahui bahwa, marketer (baca: misionaris / juru dakwah) Syi’ah memelet calon korbannya dengan iming-iming "surga" dengan cara mengumbar hawa-nafsu dan syahwat kepada wanita seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya. Simak contoh riwayat-riwayat palsu karya mereka yang mereka ajarkan kepada para hidung belang berikut ini:

Ilustrasi: Praktek Mut'ah Syi'ah

Pemeluk agama Syi’ah merekayasa riwayat palsu dari Ja’far As-Shadiq berikut:


ليس منا من لم يؤمن بكرتنا ولم يستحل متعتنا


”Tidak termasuk golongan kita siapa saja yang tidak beriman kepada raj’ah (kebangkitan kita) dan menghalalkan pernikahan mut’ah kita.”


BACA JUGA! TERBONGKAR! Inilah Bukti Nyata Iran Legalkan Prostitusi Lewat Nikah Mut'ah (Kawin Kontrak)



Riwayat palsu ini dapat anda temukan di beberapa referensi Syi’ah berikut:






1. Man laa Yahdhuruhu Al Faqih 3/458, karya As Syeikh Shaduq wafat thn 381 H, Al Masa’il As Sarawiyah 30, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn 413 H,


2. At Tafsir As Shafi 1/440, karya Al Muhsin Al Faidh Al Kasyaani wafat thn : 1091 H,


3. Wasaa’ilus Syi’ah 21/7-8 , karya Al Hur Al ‘Amili wafat thn 1104 H.


Belum merasa cukup dengan anjuran di atas, marketer agama Syi’ah masih merasa perlu untuk membuat rekayasa riwayat dari Abu Abdillah Ja’far As Shadiq, guna merangsang air liur para hidung belang agar sudi bergabung dengan mereka :


ما من رجل تمتع ثم اغتسل إلا خلق الله من كل قطرة تقطر منه سبعين ملكا يستغفرون له إلى يوم القيامة ويلعنون متجنبها إلى أن تقوم الساعة.


”Tidaklah ada seorang lelakipun yang menjalankan nikah mut’ah, kemudian ia mandi janabah (seusai menggauli istri mut’ahnya) melainkan Allah akan menciptakan dari tiap tetes air yang menetes dari tubuhnya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampunan untuknya hingga hari qiyamat dan akan melaknati orang yang enggan menjalankannya hingga hari qiyamat.”  


Riwayat ini dapat anda temukan pada referensi Syi’ah berikut:


1. Risalatul Mut’ah hal: 9, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn : 413 H,


2. Wasa’ilus Syi’ah 21/8, karya Al Hur Al ‘Aamili wafat thn 1104 H,


3. Bihaarul Anwaar 100/307, karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H.


Masih belum puas dengan pahala yang demikian besar, Fathullah Al Kasyaani merekayasa dua hadits dari Nabi  berikut :


من تمتع مرة كان درجته كدرجة الحسين عليه السلام، ومن تمتع مرتين فدرجته كدرجة الحسن عليه السلام، ومن تمتع ثلاث مرات فدرجته كدرجة علي بن أبي طالب عليه السلام، ومن تمتع أربع مرات فدرجته كدرجتي


”Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Husain ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Hasan ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah empat kali, maka kedudukannya menyamai kedudukanku”.


Saudaraku!


Anda boleh saja bertanya: Bila demikian kedudukan orang yang nikah mut’ah, maka apakah penjahat bengis, pezina ulung, pemabok, pemakan riba dan kejahatan lainnya dapat menggapai kedudukan ini hanya dengan nikah mut’ah? (Baca: Naudzubillah! Inilah Bahaya dan Dampak Negatif Nikah Mut’ah)


Bayangkan saudaraku!


Lelaki hidung belang dan germo bejat dapat menyamai kedudukan Nabi  yang rajin ibadah hingga kaki beliau pecah-pecah.


Menurut anda, agama model apakah ini?


من تمتع مرة أمن من سخط الجبار ومن تمتع مرتين حشر مع الأبرار، من تمتع ثلاث مرات زاحمني في الجنان


”Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka ia terbebas dari kemurkaan Allah Yang Maha Perkasa. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka ia akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang berbakti. Dan barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka ia akan berdesakan denganku di dalam surga.”


Kedua riwayat ini dapat anda temui dalam kitab : Manhajus Shaadiqin Fi Ilzamil Mukhalifin 493, karya Maula Fathullah Al-Kasyaani wafat thn 997 H.


Ini adalah pahala yang bakal diterima oleh lelaki yang menjalankan nikah mut’ah.


Saudara !


Masihkah anda merasa aman dari mereka? Akankah anda membiarkan mereka mengancam istri dan putri-putri anda?


Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Bin Badri M.A


*Jangan biarkan para penjahat germo Persia ini menerkam Istri maupun putri-putri Anda! Bentengilah keluarga Anda dengan akidah Islam yang lurus...

Silakan bantu SHARE artikel ini jika Anda peduli dengan keselamatan wanita muslimah di Indonesia !!!


[ES/BuletinIslami]


WASPADA! Beginilah Cara Misionaris Syi'ah Mencuci Otak Calon Pengikutnya

5 Janji Allah Bagi Orang yang Menikah Akan Dibukakan Pintu Rezeki

BuletinIslami.Com - Menikah membuka pintu rezeki, kalimat sakti ini menjadi alat motivasi yang sering kita dengar dari para ustadz maupun motivator untuk menyemangati pemuda-pemudi yang masih membujang dan enggan segera menikah. Sudah menjadi rahasia umum, kebanyakan pemuda enggan menikah karena alasan harta atau belum mapan secara finansial.


Padahal, banyak yang sudah membuktikan bahwa dengan menikah akan terbuka pintu rezeki. Awalnya cuma hidup pas-pasan dengan gaji pas-pasan dan hidup di rumah kontrakan yang sempit serta makan yang pas-pasan. Ternyata Allah beri kelapangan setelah kesempitan. Karena Allah menolong setiap orang yang menikah yang ingin menjaga kesucian dirinya. (Baca: Nikah Gak Harus Nunggu Mapan, Ini 5 Alasannya!)

Allah Akan Mencukupi Orang-orang yang menikah
Menjemput Janji Allah dalam Pernikahan


1. Allah Akan Memampukan Orang-orang yang Menikah




وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS An-Nuur: 32)



Pada ayat di atas, dengan tegas Allah berjanji akan memampukan orang-orang yang menikah sekalipun mereka itu miskin. Sedangkan janji Allah itu pasti, sesungguhnya Allah Tidak Pernah Ingkar Janji.


2. Allah Akan Menolong Orang yang Menikah Karena Ingin Menjaga Kesucian




Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ


“Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).



3. Rezeki Orang yang Menikah Dijamin oleh Allah




Apalagi rezekinya dijamin pula oleh Allah jika ia rajin menafkahi istri dan anaknya.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا


“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari, no. 1442; Muslim, no. 1010)



Ibnu Batthol menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah mengeluarkan infak yang wajib seperti nafkah untuk keluarga dan nafkah untuk menjalin hubungan kekerabatan (silaturahim).


4. Allah Akan Melapangkan Rezeki Orang yang Menikah karena Menafkahi Keluarga




Berarti siapa yang beri nafkah pada keluarga, pada kerabat, dan rajin pula mengeluarkan sedekah sunnah, maka malaikat akan mendoakan supaya orang tersebut mendapatkan ganti. Hal ini serupa seperti yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an,


قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ


“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).



Maksud ayat, siapa saja yang mengeluarkan nafkah dalam ketaatan pada Allah, maka akan diberi ganti.


5. Allah Akan Mengganti Setiap Harta yang Dinafkahkan Kepada Istri dan Anak




Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ


“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.” (HR. Bukhari, no. 4684; Muslim, no. 993)



Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits doa malaikat di atas, “Para ulama menyatakan bahwa infak yang dimaksud adalah infak dalam ketaatan, infak untuk menunjukkan akhlak yang mulia, infak pada keluarga, infak pada orang-orang yang lemah, serta lainnya. Selama infak tersebut tidaklah berlebihan, alias boros.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 87)


Semoga Allah memberi keberkahan dalam setiap pernikahan.


Artikel disadur dari Rumaysho.com, penulis ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ST. M.Sc.


[VA/BuletinIslami]


9 Ciri-Ciri Wanita Yang Akan Mendatangkan Kelapangan Rezeki Untuk Suaminya, No. 7 Banyak Dilupakan Oleh Para Istri

7 Pertanyaan Penting Yang WAJIB Kamu Ajukan Pada Calon Suamimu Saat Menjalani Ta’aruf

BuletinIslami.Com, Ketika proses ta’aruf kamu sudah sampai tahap nadzor (melihat calon pasangan suami/istri) yang biasanya dilakukan dengan bertatap muka secara langsung maupun melalui online khusus untuk yang terpisah oleh jarak jauh akan ada namanya sesi tanya jawab. Laki-laki bertanya pada wanita yang akan jadi calon istrinya begitupun sebaliknya wanita juga memiliki hak bertanya pada laki-laki calon suaminya.


Pada sesi tanya jawab ini masing-masing calon dianjurkan dan diperbolehkan untuk menanyakan hal-hal apa saja yang dianggap penting, hal-hal apa saja yang diragukan serta hal-hal apa saja yang membuat penasaran. Masih bingung apa saja yang sebaiknya ditanyakan? Okedeh, kami coba bantu kamu mulai dengan 7 hal penting yang harus kamu tanyakan pada calon pasanganmu saat ta'aruf. Simak baik-baik ya ukhty shalihat...

7 Hal Penting Yang Harus Kamu Tanyakan Pada Calon Pasanganmu Saat Nadzor Ta’aruf
Ilustrasi: Tak Kenal Maka Ta'aruf


Boleh bertanya apa saja mulai perihal kepribadian, penyakit yang diderita atau pernah diderita, rencana masa depan, visi-misi pernikahan, kalau tidur gimana ?, keteknya bau atau nggak ? hehe , serius boleh detail seperti itu. Karena tahapan nadzor pada proses ta’aruf adalah masa dimana kita disarankan untuk membuka mata selebar-lebarnya artinya lihat dan perhatikan sedetail mungkin (tentu dengan syarat masih dalam koridor syariat) sebab setelah menikah nanti harus siap menerima dan menutup mata, jangan sampai penyesalan terjadi kemudian.


BUAT PARA CALON IMAM, BACA INI! Camer Bukan Fir’aun, Kamu Hanya Perlu 9 Tips Ini Untuk Pertemuan Perdana



Namun meskipun di masa-masa ta’aruf adalah masa mengenal dan kita boleh mengenal sedetail mungkin bukan berarti menjadikan kita terlalu memilih atau terlalu mengharapkan yang sempurna, karena sejatinya ketika kita menikah dengan manusia pasti tidak sempurna dan jika kita terus mencari kesempurnaan maka tak akan menemukannya karena lagi-lagi kesempurnaan itu hanyalah milik yang maha sempurna.


Karena memang banyak dan beragamnya pertanyaan saat ta’aruf menurut kami ada 5 pertanyaan penting diajukan  kepada calon suami. Artinya 7 pertanyaan ini bisa menjadi penentu utama apakah ta’aruf tersebut berlanjut pada pernikahan atau tidak.

1. Apakah dia shalat 5 waktu berjamaah di masjid ?


Apakah dia shalat 5 waktu berjamaah di masjid ? Pertanyaan ini penting karena shalat berjamaah 5 waktu di masjid adalah wajib hukumnya bagi setiap laki-laki kecuali bila ada uzur seperti sakit atau kondisi darurat lain yang memang tidak memungkinkan.


Shalat berjamaah di masjid adalah sebuah parameter sederhana untuk mengukur seberapa besar ketaatan laki-laki tersebut pada Allah dan Rasulnya dan seberapa besar tanggung jawabnya dalam menjalankan ibadah yang memang sudah diwajibkan baginya. Jika untuk melaksanakan ibadah berjamaah di masjid yang hanya menghabiskan waktu 10-15 menit paling lama saja ia enggan bagaimana nanti ia bisa memikul beban dan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga.

2. Apakah dia mampu menjadi imam shalat yang jaharkan (keraskan) ?


Sejatinya laki-laki adalah imam bagi keluarganya, dia pemimpin untuk segala hal dalam keluarganya termasuk juga dalam shalat. Penting ini untuk diketahui jika seorang laki-laki mampu menjadi imam atau bahkan sudah terbiasa menjadi imam yang dijaharkan tentu dia akan berusaha memperbagus bacaannya dan selalu berusaha menambah hafalan Al-qurannya.

3. Apakah dia seorang yang paham dan mengerti tentang amanah dan tanggung jawab sebagai suami ?


Pernikahan adalah perjanjian yang besar, berpindahnya tanggung jawab atas anak perempuan dari ayahnya pada seorang laki – laki yang akan menjadi suaminya. Maka sudah menjadi keniscayaan laki-laki yang siap menikah seharusnya adalah yang bertanggung jawab, amanah dan menepati janjinya. Ini penting agar nanti dia kelak tidak menyia-nyiakan istri dan anaknya. Banyak kita saksikan hari ini para suami yang tidak paham amanah dan tanggung jawabnya sebagai suami pada akhirnya meninggalkan istri dan anaknya begitu saja tanpa memberikan nafkah, atau menyuruh istrinya bekerja untuk membiayai kehidupan rumah tangga dan juga kehidupannya sendiri.

4. Apakah dia mampu dan menguasai penyelenggaraan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkannya ?


Mungkin ini adalah pertanyaan penting namun jarang ditanyakan saat ta’aruf. Menyelenggarakan jenazah adalah satu hal penting yang mesti dikuasai dan dipahami oleh setiap laki-laki muslim. Hal ini tak hanya penting untuk urusan pribadi atau keluarga namun juga untuk kehidupan sosial. Jadi hal seperti ini perlu kamu tanyakan kepada pasanganmu kelak.

5. Dari mana saja sumbernya dan berapa penghasilannya per bulan ?


Uang memang bukanlah segala-galanya tapi segala-galanya butuh uang mungkin itu adalah pepatah bijak yang sering kita dengarkan. Pun, termasuk dalam membangun rumah tangga uang adalah elemen terpenting karena realitanya tak sedikit pernikahan yang pada akhirnya menemui perceraian disebabkan oleh masalah keuangan.


Penting ditanyakan pada calon suami dari mana saja sumbernya ini untuk memastikan kehalalan dan kebaikan sumber penghasilan suami sementara berapa jumlahnya penting untuk mengukur apakah uangnya cukup atau tidak untuk membiayai kehidupan rumah tangga kelak, serta perlu ditanyakan juga apa solusinya jika suatu saat menemui kesulitan dalam hal keuangan rumah tangga ?


BACA JUGA! Inilah 9 Ciri-Ciri Wanita Yang Akan Mendatangkan Kelapangan Rezeki Untuk Suaminya



Memang rezeki sudah Allah jaminkan, namun manusia wajib mengikhtiarkanya karena uang tak akan datang sendiri kan sementara kita hanya tidur – tiduran dirumah. Maka sebelum masa pernikahan, pastikan dulu bagaimana kondisi penghasilan suamimu dan juga kondisi mentalnya dalam berjuang menafkahi keluarga karena tak sedikit para suami yang ketika bingung bagaimana menafkahi keluarga akhirnya malah pulang kerumah orang tuanya, meminjam sana-sini atau berbagai tindakan tidak baik lainnya.

6. Nanti setelah menikah mau tinggal dimana ?


Masalah tempat tinggal sering menjadi pemicu terjadinya konflik, misalnya istri menginginkan tinggal dirumah orang tuanya dengan alasan sekalian merawat orang tua yang sudah tua sementara suami ingin tinggal mandiri atau sebaliknya suami ingin tinggal bersama orang tua sementara istri tidak setuju. Meskipun pada dasarnya setelah menikah istri wajib taat pada suami hal ini tetap perlu dibicarakan agar saat tidak menikah nanti tidak menimbulkan kekecewaan atau konflik masing – masing pihak.

7. Apa visi dan misi pernikahannya ?


Yang ketujuh atau terakhir perlu ditanyakan adalah tentang visi dan misi pernikahannya. Perlu ini diketahui agar mengetahui apa rencanya kedepan baik rencana jangka panjang maupun rencana jangka pendek yang hal ini tentu akan terlihat dari bagaimana calon suami memaparkan visi dan misinya.


Itulah 7 pertanyaan penting yang bisa kamu tanyakan kepada calon suamimu sebelum menikah nanti, tentu pertanyaan-pertanyaan saat ta’aruf tak hanya terbatas dengan hal ini, namun menurut kami 7 hal ini adalah hal penting yang layak ditanyakan dari banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya. Selamat berta'aruf yang syar'i... (www.ummi-online.com)


[VA/BuletinIslami]

Inilah Sosok Orang Tua dari Hafidz Cilik Musa yang Menjuarai Lomba MHQ Internasional 2016 di Mesir

BuletinIslami.Com - Publik Indonesia sempat dikejutkan ketika dalam sebuah kontes Hafidz Indonesia 2014 ada anak laki-laki usia 5,5 tahun berhasil menghafal Al-Qur’an sebanyak 29 Juz. Bahkan sosok Ulama seperti Ustadz Amir Faishol sampai meneteskan air mata haru dan mencium tangan Musa sebagai wujud penghormatan. Itulah kisah Hafidz Cilik Musa dimulai 2 tahun silam.


Dan kini, dengan izin Allah, si hafidz cilik ini kembali mengejutkan sekaligus mengharukan publik tanah air, dengan prestasinya yang gemilang menjadi hafidz termuda sekaligus berhasil menjuarai perlombaan tingkat dunia, pada Musabaqah Hizfil Qur'an (MHQ) Internasional di Mesir beberapa waktu lalu (12/04/2016).

Inilah Sosok orang Tua dibalik Keberhasilan Hafidz Cilik Musa
Sosok Ibu dan Ayah dibalik Keberhasilan Hafidz Cilik Musa


Dibalik keberhasilan sang putra dalam menghafalkan Al-Qur’an, ada sosok yang memiliki peran sangat penting yaitu Ibunda Musa. Keseharianya mengenakan cadar dan secara totalitas mendidik Musa dirumah.


Menurut ayah Musa, Ibunda Musa merupakan sosok yang sangat sederhana dan sangat kuat, waktu tidurnya sangat sedikit, bahkan hampir seperti tidak pernah tidur baik siang maupun malam.


Lebih lanjut, Ayah Musa menuturkan bahwa Ibunda Musa mengatur pekerjaannya dan mengajar Musa. Hanya berhenti dan beristirahat apabila sakit, itupun sakit yang sangat besar. Pernah suatu saat Ibunda Musa istirahat setelah tubuhnya demam tinggi yang mengaruskan dirinya harus istirahat total.

Berikut ini rangkain jadwal yang dibuat oleh Sang Ibunda Musa yang secara Istiqomah dilakukan tiap harinya:

  •     Jam 02.30 pagi sudah bangun kemudian wudhu dan langsung muroja’ah di depan Abinya sampai jam 04.00 pagi.

  •     Kemudian menambah hafalan barunya dan menyetorkannya sampai Adzan Subuh berkumandang. Kemudian di stop untuk sholat.

  •     Selesai sholat langsung tambah hafalan dan stok sampai jam 07.30 pagi, kemudian istirahat (sarapan, minum dan main) sampai jam 8.30.

  •     Kemudian muroja’ah sampai jam 10.00 atau 10.30 memperhatikan maju mundurnya waktu sholat.

  •     Jam 10.00 atau 10.30 wajib tidur sampai Adzan Dzuhur berkumandang, kemudian ke masjid.

  •     Setelah sholat, tambah hafalan baru dan stok sampai jam 13.30 siang, kemudian istirahat dan makan siang sampai jam 14.00 siang. Kemudian muroja’ah sampai Ashar.

  •     Setelah Ashar, tambah hafalan baru dan muroja’ah sampai jam 17.00 sore.

  •     Kemudian main sebentar dan umumnya menyiapkan untuk pergi ke mesjid sholat Maghrib

  •     Setelah Maghrib muroja’ah sampai Isya’ dan makan malamnya setelah sholat Isya’, terkadang muroja’ah sampai mendekati waktu Isya dan langsung makan malam, (baru sholat Isya’ -red).

  •     Setelah sholat Isya’ harus tidur.

  •     Tiap 4 atau 5 hari dia libur. Pada hari libur tersebut, Musa full bermain.



Semoga apa yang dilakukan kedua orang-tua Musa bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang-tua anak-anak di seluruh Indonesia untuk lebih perhatian terhadap pendidikan sang buah hati, utamanya dalam masalah pendidikan agama. (islamedia/facebook)


[Editor: ES/BuletinIslami]


MasyaAllah... Raih Juara 3, Hafiz Cilik Musa Harumkan Nama Indonesia pada MHQ Internasional Sharm El-Sheikh 2016

Back to Top